Monday, November 21, 2016 
Long Distance Relationship


Kalau di tanya apa sih arti seorang kakak untuk hidupmu?? mmm.. yang tercantum di pikiran saya adalah kakak saya adalah superior. Agak aneh sih kalau dipikir-pikir, tapi menurut saya ya begitu adanya.

Singkat cerita, saya terlahir dari orang tua yang memiliki dua orang anak. Saya adalah anak perempuan satu-satunya dan juga bungsu dalam keluarga. Saya memiliki seorang kakak laki-laki, yang usianya 5 tahun diatas saya. Saya biasa memanggil dia dengan sebutan Abang, panggilan yang biasa diperuntukan untuk kakak laki-laki di keluarga sumatra.

Kembali lagi dengan perkataan saya, abang bagi saya superior. Karena apa? Sejak kecil yang tertanam di pikiran saya, sosok seorang abang adalah orang yang selalu berbuat baik, dan beruntung dalam segala hal. Karena di mata saya, abang orang yang selalu bersikap ramah kesiapapun, dan selalu care terhadap keluarga. Kalau mau diperbandingkan mungkin dia jauh lebih care kepada orang tua kami dari pada saya, meskipun saat ini abang tidak bermukim di Indonesia.

Sejak kecil abang tidak pernah membayar uang sekolah, karena dia anak yang pintar dan selalu memperoleh beasiswa, hingga saat ini dia melanjutkan pendidikan doctornya di UK. Dari dulu yang selalu menjadi pertanyaan saya, kenapa sepertinya abang tidak pernah gagal atau ditolak, dan selalu memperoleh apa yang dia ingin capai. Tidak heran sejak kecil saya ingin selalu seperti dia, mengikuti jejaknya, dan bisa setara seperti dia. Lagi-lagi saya selalu membandingkan diri saya dengan abang, betapa jauhnya diri saya dibandingkan dia, kalau bisa di bilang mungkin hingga usia saya dewasa seperti sekarang, saya belum pernah memberikan kebahagiaan ataupun menjadi kebanggan kedua orang tua saya.

Abang superior dan saya inferior, itu yang selalu membuat saya minder sejak dulu. Karena abang selalu terbaik dalam pendidikan dan karir, ditanya apakah saya iri? bukannya saya iri dengan abang, karena bagaimanapun saya bangga memiliki dia, hanya saja mengapa keberuntungan belum berpihak kepada saya. Tapi kembali lagi, abang bisa memperoleh yang maksimal, karena usaha dia maksimal juga. Sedangkan saya memperoleh yang minimal, karena usaha saya juga minimal.

Saat ini saya sekeluarga menjalani LDR dengan abang, karena abang bermukim di UK, Scotlandia lebih tepatnya, bersama istri dan kedua anaknya yang masi kecil-kecil untuk melanjutkan pendidikan gelar doctoralnya. Mereka pulang ke Indonesia mungkin hanya sekali dalam dua tahun, dan kami keluarga di Lampung biasa berkomunikasi dengan mereka lewat video call atau  skype. Tidak jarang saya melihat kekhawatiran abang ketika kedua orang tua saya yang semakin tua dan sering sakit. Abang biasanya memonitori perihal kesehatan orang tua saya lewat whatsapp dan meminta saya untuk selalu memperhatikan apakah mereka baik-baik saja, apabila sakit sudah dibawa kedokter atau belum, sudah minum obat atau belum, dan mereka makannya seperti apa?.

Kembali lagi kepada hikmah dari semuanya, mungkin ini sudah di tentukan jalurnya oleh Tuhan, Mungkin abang sebagai anak laki-laki dan tertua di dalam keluarga, dia diperuntukan untuk mencari pendidikan dan karier yang setinggi-tingginya, serta ditugaskan untuk mengangkat derajat keluarga,  sedangkan saya sebagai anak peremuan dan bungsu di dalam keluarga, yang di tugaskan untuk selalu dekat dengan keluarga, merawat kedua orang tua di kala usia mereka semakin tua dan sering sakit-sakitan, sebelum pada akhirnya saya menikah, memiliki keluarga sendiri, dan sampai abang bisa kembali lagi ke Indonesia.

Semuanya pasti sudah di atur oleh Tuhan, dan harus selalu bersyukur atas apa yang tuhan berikan kepada saya dan keluarga. Alhamdulillah...


Ketika mengantar abang kembali ke Scotlandia di Bandara Raden Inten II 
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar